Tenggarong, (02/06) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Palestina (KMP2) Kutai Kartanegara menggelar aksi unjuk rasa mengecam perbuatan Israel yang melakukan penyerangan terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara di Laut Mediterania, dalam perjalanan menuju Gaza beberapa waktu kemarin.
Dalam aksinya mahasiswa membakar bendera Israel. “ Pembakaran bendera Israel ini merupakan wujud rasa kemarahan kami terhadap perbuatan bangsa Israel selama ini, karena sudah begitu banyak pelanggaran – pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan kepada rakyat Palestina”. Ujar koordinator aksi Novian Andri.
Para mahasiswa mengatakan, Israel telah melakukan tindakan yang tidak manusiawi, mereka sebenarnya telah melanggar UUD 1945 negara kita. Israel dengan nyata merampas hak untuk hidup masyarakat Palestina, salah satu contoh konkritnya dengan kejadian penyerangan kapal kemanusiaan kemarin. Menurut Novian, “seharusnya Israel menghargai ataupun tidak menyerang kapal kemanusiaan tersebut, toh kapal itu tidak membawa amunisi dan tidak berencana untuk berperang”.
Selain itu, KMP2 menyesalkan dan prihatin dengan langkah negara – negara Arab dan Perserikatan Bangsa – Bangsa yang tidak melakukan tindakan konkrit mengenai pelanggararan kemanusiaan tersebut dan terkesan lamban. “Selama ini negara Arab dan PBB tidak melakukan apa – apa, sampai kapal relawan ini berangkat menuju Palestina.” kata Siradi, Ketua Umum KAMMI KUKAR disela – sela aksi.
Sementara itu tuntutan mahasiswa, Pemerintah Indonesia harus bertindak konkret atas peristiwa ini, terlebih ada 12 WNI yang ada dalam rombongan kapal itu. Dan berita terakhir menyebutkan bahwa sebagian WNI telah ditahan oleh Israel.
“Dalam waktu dekat ini dari mahasiswa akan mengadakan aksi yang lebih besar jika permasalahan ini belum tertuntaskan” imbuh Novian.
by. Kajian Publik. K4
Read More..











